Obat Herpes

Obat Herpes

Obat Herpes – Penyakit herpes adalah penyakit kelamin yang di sebabkan oleh virus, sehingga untuk mengobatinya agak sulit. Banyak sekali jenis herpes seperti herpes simpleks, herpes zoster, herpes labialis, dan herpesa kelamin. Mengobati herpes dengan obat herbal merupakan solusi yang tepat karena tidak menimbulkan efeksamping dan bisa mengeluarkan virus penyebabnya dari dalam tubuh anda sehingga tidak kambuh lagi. De nature herbal menjual obat herpes yang sangat bagus karena menggunakan 2 kombinasi obat dalam dan luar sehingga sangat maksimal dalam mengobati penyakit herper. Jika anda ingin mencoba obat herbal De nature anda bisa pesan melalui nomor berikut ini 087-736-786-571

obat herpes

Harga Rp.700.000

 Cara Order Obat Herpes

Kirim SMS dengan format:  

NAMA # ALAMAT # OBAT HERPES 

Kirim ke: 087-736-786-571

Informasi konsultasi dan pemesanan hubungi kontak kami

Kontak Kami

Isi 1 Paket Obat Herpes Herbal :

  • 1 Botol Kapsul Gang Jie isi 50 kapsul
  • 1 Botol Kapsul Gho Siah isi 50 kapsul
  • 1 Botol Kapsul Pipeca isi 50 kapsul
  • 1 Botol Kapsul BD isi 50 kapsul
  • 1 Salep +

Bagaimana obat herpes genital herbal dari kami menyembuhkan,mengeringkan luka, dan menyingkirkan virus HSV. berikut adalah cara kerja obat kami mengatasi PENYAKIT HERPES dengan cepat:

  • Kapsul BD berfungsi untuk membersihkan darah yang kotor, mengobati gatal-gatal, koreng, bisul, memperbaiki peredaran darah, dan memperbaiki pencernaan makanan.
  • Kapsul Pipeca sebagai Anti-Virus. Seperti yang kita ketahui, penyebab HERPES adalah virus HSV yang ditularkan dari kontak langsung antara penderita dan korbannya. Oleh karena itu, kapsul pipeca yang terbuat dari sirih merah mengandung flavonoid, alkaloid, tanin dan minyak atsiri. Senyawa flavonoid bersifat anti kanker, anti-oksidan, anti-diabetik, anti-septik dan anti-inflamasi yang sangat bagus untuk menetralisir virus HSV.
  • Kapsul Gang Jie sebagai Anti-Bakteri berfungsi untuk mempercepat proses penyembuhan luka dan membasmi bakteri dari dalam
  • Kapsul Gho Siah berfungsi untuk Imunitas tubuh. Ketika kondisi badan lemah secara otomatis virus dan bakteri akan sangat sulit untuk di netralisir ataupun dibasmi secara total. Oleh karena itu, kapsul gho siah sangat berperan penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh supaya bakteri dan virus penyebab penyakit ini dapat dengan mudah untuk dibasmi dan dinetralisir.
  • Salep Plus sebagai obat luar berfungsi untuk mempercepat proses pengeringan luka herpes, Salep plus juga berfungsi sebagai anti-bakteri.

Komposisi 5 jenis obat yang terdapat dalam paket obat herpes herbal de Nature sangat komplit, sehingga sangat cocok untuk menyembuhkan herpes sampai sembuh total secara cepat. 2-3 Hari setelah pemakaian obat ini biasanya luka / lesi herpes sudah kering dan biasanya penderita juga sudah tidak merasakan panas ataus sakit pada lesi, Tetapi kami sarankan obat tetap dihabiskan agar pengobatan maksimal dan tuntas.

Aturan minum dan cara pemakain obat herpes de nature

Aturan minum setiap produk de Nature selalu dilampirkan didalam paketan obat yang di terima konsumen. Didalam paketan terdapat brosur untuk produk-produk lainnya, aturan minum, pantangan dan anjuran selama konsumsi obat, dan obat yang dipesan.

Obat herpes de Nature terdiri dari 5 jenis obat herbal yang diantaranya adalah BD, Pipeca, Gang Jie, Gho Siah, Salep Plus. Aturan minum obat kapsul serta cara penggunaan salep adalah sebagai berikut:

  • Obat dalam / kapsul (4 botol): Sehari 3×2 kapsul per botol obat. Penjelasan: Ambil 2 kapsul dari masing-masing botol obat dan konsumsi secara bersamaan. Jadi, sekali konsumsi 8 kapsul. Per hari konsumsi 3x, jadi total konsumsi obat dalam sehari adalah 3×8= 24 kapsul dalam sehari.
  • Obat luar/ salep – Salep plus digunakan sehari 2x pagi dan sore/ malam dalam keadaan bersih dan kering/ setelah mandi.

Catatan:

Untuk pakaian bekas yang telah digunakan sebaiknya dicuci secara terpisah dengan pakaian lainnya. Gunakan detergent dan air hangat untuk merendam pakaian supaya bakterinya mati.

Jenis Jenis Herpes

Penyakit Herpes adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh virus herpes yang menyerang manusia, lebih lanjut virus itu dikenal dengan sebutan Human Herpes Virus, disingkat HHV. Virus herpes ini memiliki banyak keluarga atau jenis (tipe) yakni HHV1-HHV8. Setiap jenis virus akan menimbulkan penyakit kulit herpes yang berbeda pada tubuh manusia. Oleh karena Penyakit herpes ada delapan jenis sesuai dengan penyebabnya, berikut rinciannya:

Human Herpes Virus 1 – Herpes Pada Mulut / bibir (labialis)

Human Herpes Virus 1 (HHV1) disebut juga sebagai virus herpes simplex 1 (HSV1). Virus ini menyebabkan penyakit herpes simpleks pada mulut atau bibir. HHV1 juga dapat menyebabkan herpes genital (kelamin) yang menular melalui kontak oral-genital, seperti ketika seks oral. Penularan HHV1 ini melalui kontak kulit-ke-kulit dengan orang yang terinfeksi melalui luka kecil di kulit atau selaput lendir dan lebih mungkin menyebar melalui peralatan makan, pisau cukur, dan handuk.

herpes bibir

Human Herpes Virus 2 – Herpes Kulit Kelamin (Genital)

Human Herpes Virus 2 (HHV2) disebut juga sebagai virus herpes simpleks 2 (HSV2). Virus ini menyebabkan herpes genital, yang merupakan penyakit infeksi menular seksual. Namun, juga bisa menyebabkan penyakit kulit herpes di daerah wajah. Sama seperti HHV1, infeksi HHV2 menular dan menyebar melalui kontak kulit ke kulit. Rute utama penularan adalah melalui kontak seksual, karena virus ini tidak bisa bertahan lama di luar tubuh.

Herpes genital ( kelamin)

Human Herpes Virus 3 – Cacar air dan Herpes Zoster (bahasa jawa: dompo)

Human Herpes Virus 3 (HHV3) disebut juga sebagai virus varicella-zoster. Suatu jenis virus herpes yang menyebabkan penyakit kulit yang sering kita temui yaitu cacar air dan herpes zoster (dompo).

Herpes Zoster

Human Herpes Virus 4 – Kissing Disease

Human Herpes Virus 4 (HHV4) disebut juga sebagai virus Epstein-Barr, yakni penyebab utama infeksi mononucleosis, atau “kissing disease” merupakan infeksi menular dan ditularkan melalui air liur oleh karena itu virus ini dapat menular ketika berciuman. Contoh lainnya yaitu ketika batuk, bersin, atau berbagi peralatan makan dengan orang yang terinfeksi.

Human Herpes Virus 5 – Mononucleosis

Human Herpes Virus 5 (HHV5) disebut juga sebagai cytomegalovirus (CMV). CMV juga merupakan penyebab mononukleosis. Pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat, virus bahkan mungkin tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, pada orang dengan sistemm kekebalan tubuh lemah seperti pada HIV/AIDS akan menimbulkan masalah serius. Infeksi CMV merupakan salah satu komplikasi AIDS yang paling sulit. Gejala yang dapat ditimbulkannya yaitu diare, penglihatan yang parah sampai kebutaan, infeksi pada lambung dan usus, dan bahkan kematian. CMV dapat ditularkan melalui hubungan seksual, menyusui, transfusi darah, dan transplantasi organ.

Human Herpes Virus 6 – Roseola

Human Herpes Virus 6 (HHV6) menyebabkan penyakit roseola yaitu penyakit virus yang menyebabkan demam tinggi dan ruam kulit pada anak-anak atau bayi dan berbagai penyakit lain yang berhubungan dengan demam pada kelompok usia tersebut. Infeksi ini juga berperan dalam banyak kasus kejang yang berhubungan dengan demam pada bayi (kejang demam).

Human Herpes Virus 7 – Roseola

Virus ini telah diamati dan ternyata terkait erat dengan HHV6. walaupun HHV7 juga berperan menyebabkan roseola, tetapi tidak jelas apa efek klinis lain yang ditimbulkannya.

Human Herpes Virus 8 – Kaposi’s Sarcoma pada HIV/AIDS

Human Herpes Virus 8 (HHV8) baru-baru ini ditemukan berperan pada tumor yang disebut dengan Sarkoma Kaposi (KS). Tumor ini ditemukan pada penderita AIDS dan sangat jarang pada orang yang tidak terkena AIDS. Sarkoma Kaposi membentuk tumor keunguan pada kulit dan jaringan lain. HHV8 juga dapat menyebabkan kanker lainnya, termasuk limfoma tertentu (kanker kelenjar getah bening) yang berhubungan dengan AIDS.

Jadi, penyakit herpes itu banyak sekali macamnya, namun memiliki nama yang berbeda-beda. Walau demikian sebutan penyakit kulit herpes yang sangat lazim itu ada dua yaitu herpes simpleks dan herpes zoster.

Gejala Herpes Yang Sering Muncul

Herpes merupakan nama kelompok virus herpesviridae yang dapat menginfeksi manusia. Infeksi virus herpes dapat ditandai dengan munculnya lepuhan kulit dan kulit kering. Jenis virus herpes yang paling terkenal adalah herpes simplex virus atau HSV. Herpes simplex dapat menyebabkan infeksi pada daerah mulut, wajah, dan kelamin (herpes genitalia).

Pembagian kelompok virus herpesviridae adalah sebagai berikut:

Alfa herpesvirus. Kelompok virus ini memiliki siklus hidup untuk menggandakan diri yang pendek, serta berpotensi menjadi tersembunyi dan infeksi muncul kembali (infeksi laten) di sel saraf. Contoh alfa herpesvirus adalah HSV tipe 1 dan 2, serta virus varicella-zoster.
Beta herpesvirus. Kelompok virus ini memiliki siklus hidup untuk menggandakan diri yang panjang dan infeksi virus ini berjalan lambat dalam tubuh manusia. Contoh beta herpesvirus adalah cytomegalovirus, serta herpesvirus 6 dan 7.
Gamma herpesvirus. Contohnya adalah Epstein-Barr virus dan human herpesvirus 8.

Tahapan Infeksi Herpes

Infeksi herpes yang muncul biasanya terjadi dalam beberapa tahapan. Rincian tahapan infeksi herpes adalah sebagai berikut:

  • Stadium primer. Stadium primer terjadi pada hari kedua hingga kedelapan setelah terjadinya infeksi herpes. Gejala yang muncul adalah blister (kulit yang melepuh) berukuran kecil, namun menyakitkan. Blister biasanya berisi cairan berwarna bening atau keruh, dan dapat pecah serta menimbulkan luka terbuka. Daerah di sekitar blister akan berwarna kemerahan.
  • Stadium laten. Pada stadium ini, gejala herpes seperti blister dan koreng akan mereda. Tetapi pada stadium ini, sebetulnya virus sedang menyebar ke saraf dekat saraf tulang belakang melalui kulit.
  • Stadium peluruhan. Pada stadium ini, virus mulai berkembang biak pada ujung-ujung saraf organ tubuh. Jika ujung saraf yang terinfeksi terletak pada organ tubuh yang menghasilkan cairan, seperti testis atau vagina, virus herpes dapat terkandung dalam cairan tubuh seperti semen dan lendir Biasanya tidak terjadi gejala yang terlihat, namun sebenarnya sedang terjadi perkembangbiakan virus di dalam tubuh.
  • Stadium rekurensi (muncul kembali). Pada stadium ini, blister pada kulit yang terjadi di stadium pertama dapat muncul kembali. Biasanya tidak separah lepuhan dan koreng yang sebelumnya. Gejala yang umumnya muncul pada stadium rekurensi ini adalah gatal, kesemutan, dan nyeri di daerah yang terkena infeksi pada stadium pertama.

Virus Penyebab dan Gejala Herpes

Artikel ini akan fokus membahas kelompok alfa herpesvirus yang paling sering menyebabkan infeksi.

HSV 1

Herpes simplex virus tipe 1 (HSV 1) merupakan virus yang dapat menyebar dengan cepat, dan umumnya menyebabkan herpes oral (mulut). Akan tetapi HSV 1 juga dapat menyebabkan terjadinya herpes kelamin (genital) jika menyebar dari mulut ke alat kelamin pada saat melakukan hubungan seksual melalui oral. HSV 1 dapat menular melalui kontak langsung sederhana dari penderita herpes ke orang yang sehat. Contohnya adalah lewat berciuman, berbagai pakai peralatan makan atau lipstik dan kosmetik. HSV 1 bahkan dapat ditularkan dari seseorang yang mengalami infeksi HSV 1 namun tanpa gejala.

Gejala yang dapat ditimbulkan oleh infeksi HSV 1 atau herpes oral adalah:

  • Diawali dengan demam, nyeri otot, dan lemas.
  • Muncul rasa nyeri, gatal, rasa terbakar atau ditusuk pada tempat infeksi.
  • Kemudian timbul blister, yaitu lesi kulit seperti melepuh yang pecah dan mengering dalam beberapa hari.
  • Blister yang pecah tersebut mengakibatkan luka dengan rasa nyeri. Bila terjadi di mulut, bisa mengganggu makan.

HSV 2

Herpes simplex virus tipe 2 (HSV 2) merupakan penyebab penyakit herpes genital. Virus ini menyebar melalui kontak dengan luka pada penderita herpes, misalnya saat hubungan seksual. Selain itu, HSV 2 juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayinya pada saat persalinan.

Baik HSV 1 maupun HSV 2 dapat menjadi infeksi laten di sel saraf dan berisiko muncul kembali saat seseorang mengalami demam, cedera, stres, dan menstruasi. HSV 2 sendiri dapat lebih mudah menginfeksi seseorang jika:

  • Berjenis kelamin perempuan.
  • Bergonta-ganti pasangan seksual.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.
  • Sedang mengalami penyakit menular seksual selain herpes.
  • Melakukan hubungan seksual di usia muda.

Beberapa gejala yang umumnya muncul pada penderita herpes genital, antara lain:

  • Gatal.
  • Sakit pada saat buang air kecil.
  • Keluarnya cairan dari vagina.
  • Munculnya benjolan di selangkangan.
  • Munculnya koreng yang menyakitkan pada kemaluan, pantat, anus, atau paha.